ANTROPOLOGI PERJANJIAN BARU

Jefri Wungow

Abstract


Antropologi dalam Perjanjian Baru merupakan bagian yang tak terpisahkan dari antropologi Perjanjian Lama. Konsep antropologi PL dan PB dibangun di atas dasar doktrin manusia sebagai “gambar Allah” dan fakta tentang kejatuhan manusia. Penulis-penulis Injil mengonfirmasi bahwa manusia tetaplah gambar Allah yang berharga walaupun telah jatuh. Penulis-penulis Injil terutama menampilkan Yesus Kristus sebagai sosok manusia sejati yang sempurna yang harus menjadi patron manusia pada umumnya. Dalam antropologi Paulus, struktur manusia yang terdiri dari berbagai segi dipaparkan lebih kuat: psukhe, pneuma, kardia, nous, sarx. Secara umum PB memberikan rujukan tentang perbedaan jiwa dan roh yang secara samar dipakai bergantian dalam PL.


Full Text:

PDF

References


Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru jld. 1 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011)

Niftrik & Boland Dogmatika Masa Kini (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006)

Arie Jan Plaisier, Manusia Gambar Allah (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002)

Herman Ridderbos, Paulus Pemikiran Utama Theologinya (Surabaya: Momentum, 2008)

Paul Enns, The Moody Handbook of Theology (Malang: SAAT, 2006)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 RHEMA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika

Copyright © RHEMA, 2018-2020. All Rights Reserved.